Bulzz

http://www.aboebutakatik.blogspot.com …..aboebutakatik.blogspot.com…..

Senin, 16 Januari 2012

Basis Data ERD


ERD (Entitas Relationship Diagram)

Basisdata Relasional adalah kumpulan dari relasi-relasi yang mengandung seluruh informasi berkenaan suatu entitas/ objek yang akan disimpan di dalam database. Tiap relasi disimpan sebagai sebuah file tersendiri. Perancangan basisdata merupakan suatu kegiaatan yang setidaknya bertujuan sebagai berikut:
• Menghilangkan redundansi data
• Meminimumkan jumlah relasi di dalam basis data
• Membuat relasi berada dalam bentuk normal, sehingga dapat meminimumkan permasalahan berkenaan dengan penambahan, pembaharuan dan penghapusan.

ERD adalah suatu pemodelan dari basisdata relasional yang didasarkan atas persepsi di dalam dunia nyata, dunia ini senantiasa terdiri dari sekumpulan objek yang saling berhubungan antara satu dengan yang lainnya. Suatu objek disebut entity dan hubungan yang dimilikinya disebut relationship.menjadi mentalist Suatu entity bersifat unik dan memiliki atribut sebagai pembeda dengan entity lainnya. Contoh : entity Mahasiswa, mempunyai atribut nama, umur, alamat, dan nim. Diagram E-R terdiri dari:
• Kotak persegi panjang, menggambarkan himpunan entitas
• Elip, menggambarkan atribut-atribut entitas
• Diamon, menggambarkan hubungan antara himpunan entitas
• Garis, yang menghubungkan antar objek dalam diagram E-R,

handi priyono

E-R Diagram merupakan suatu bahasa pemodelan yang dimana posisinya dapat dianalogikan dengan stroy board dalam industri film, blu print arsitektur suatu bangunan, miniatur, dan lain-lain. Dalam praktiknya, membangun suatu sistem terlebih dahulu dilakukannya suatu perencaan. Pemodelan merupakan suatu sub bagian dari perencanaan secara keseluruhan sebagai salah satu upaya feedback evaluasi perampungan suatu perencanaan. E-R Diagram sebagai suatu pemodelan setidaknya memiliki beberapa karakteristik dan manfaat sebagai berikut:
• Memudahkan untuk dilakukannya analisis dan perubahan sistem sejak dini, bersifat murah dan cepat.
• Memberikan gambaran
umum akan sistem yang akan di buat sehingga memudahkan developer.
• Menghasilkan dokumentasi yang baik untuk client sebagai bahan diskusi dengan bentuk E-R Diagram itu sendiri, dan
• Kamus data bagi bagi para pengembang handy database.

Struktur dari E-R Diagram secara umum ialah terdiri dari:
• Entitas merupakan objek utama yang informasi akan disimpan, biasanya berupa kata benda, ex; Mahasiswa, Dosen, Nasabah, Mata Kuliah, Ruangan, dan lain-lain. Objek dapat berupa benda nyata maupun abstrak.
• Atribut merupakan deskripsi dari objek yang bersangkutan.
• Relationship merupakan suatu hubungan yang terjalin antara dua entitas yang ada.

Dibawah ini adalah sebuah contoh ERD :

Keterangan :
• Nomor Account dan sisa uang merupakan suatu atribut yang mendeskripsikan entitas account.
• Nasabah sebagai entitas dideskripsikan oleh atribut nama dan alamat.
• Account dan nasabah sebagai entitas memiliki relasi yang dihubungkan oleh cust_acc yang memiliki atribut tanggal transaksi suatu nasabah terhadap accountnya.

Kardinalitas Relasi
ERD yang mempersentasikan suatu basisdata relasional senantiasa memiliki relasi-relasi dari sejumlah entitas yang dapat ditentukan banyaknya. Banyaknya suatu relasi yang dimiliki oleh suatu relasi entitas disebut derajat relasi. Derjat relasi maksimum disebut dengan kardinalitas sedangkan derajad minimum disebut dengan modalitas. Kardinalitas yang terjadi diantara dua himpunan entitas (misal A dan B) dapat berupa:
• One to One, satu record dipetakan dengan satu record di entitas lain. Contoh: satu nasabah punya satu account.

• One to Many, Satu record dapat dipetakan menjadi beberapa record di entitas lain. Contoh: satu nasabah dapat punya lebih dari satu account.

• Many to Many, Beberapa record dapat dipetakan menjadi beberapa record di entitas lain. Contoh: satu nasabah dapat memiliki lebih dari satu account. Satu account dapat dimiliki lebih dari satu nasabah (join account).

ENTITAS RELATIONSHIP DIAGRAM

(ERD)

Definisi Entity Relational Diagram (ERD)

Penyajian data dengan menggunakan Entity dan relationship

1. Entity

- Entity adalah objek yang dapat dibedakan dalam dunia nyata

- Entity Set adalah kumpulan dari entity yang sejenis

- Entity Set dapat berupa :

o Objek secara Fisik: Rumah, kendaraan, Peralatan

o Objek secara konsep: Pekerjaan, Perusahaan, Rencana

2. Atribut

Karakteristik dari Entity atau relationship, yang menyediakan penjelasan detail tentang entity atau relationship tersebut.

รพ Jenis Atribut:

- Nilai Atribut :

Data actual atau informasi yang disimpan pada suatu atribut di dalam suatu entity atau relationship

- Key

Atribut yang digunakan untuk menentukan suatu Entity secara unik

- Atribut Simple

Atribut yang bernilai tunggal

Contoh:






- Atribut Multivalue

Atribut yang memiliki sekelompok nilai untuk setiap instant Entity

Atribut : Atribut Multivalue

- Atribut composite

Suatu atribut yang terdiri dari beberapa atribut yang lebih kecil yang mempunyai arti tertentu

- Atribut Derivatif

Suatu atribut yang dihasilkan dari atribut yang lain.

3. Relationship

- Definisi : Hubungan yang terjadi antara satu atau lebih entity.
-
Relationship Set : Kumpulan Relationship yang sejenis
-
Derajat dari Relationship : Menjelaskan jumlah Entity yang berpartisipasi dalam suatu Relationship
Unary Degree (Derajat Satu)
Binary Degree (Derajat Dua)
Ternary Degree (Derajat Tiga)

4. Cardinality Ratio Constraint
-
Definisi : Menjelaskan batasan Jumlah keterhubungan satu Entity dengan Entity lainnya.

M Jenis-jenis Cardinality Ratio

( 1:1

Pegawai Milik Kendaraan

( 1:M / N:1

Pegawai Kerja Departemen

( M : N

Pegawai Kerja Proyek

5. PParticipation Constraint

Definisi:

Menjelaskan apakah keberadaan suatu Entity bergantung pada hubungannya dengan entity lain

Jenis-Jenis Participation Constraint

  1. Total Participation

Keberadaan suatu entity tergantung pada hubungannya dengan entity lain

  1. Partial Participation

Keberadaan suatu entity tidak tergantung pada hubungannya dengan Entity lain

6. Weak Entity

Definisi:

Weak Entity: suatu entity dimana keberadaan dari entity tersebut tergantung dari keberadaan entity lain

Entity yang merupakan induknya disebut Identifying Owner dan relationship-nya

Disebut Identifyimg Relationship

Weak Entity Selalu mempunyai Total Participation Constraint dengan Identifying Owner

Contoh Weak Entity:

Simbol-simbol ER-Diagram

Notasi Arti

1. Entity

1.

2. Weak Entity

2.

3. 3. Relationship

4. 4. Identifying Relationship

5. 5. Atribut

6. 6. Atribut Primary Key

7. 7. Atribut Multivalue

8. 8. Atribut Composite

9. 9. Atribut Derifatif

Contoh Penggambaran Diagram ER

Transformasi dari ERD ke Database Relational

  1. Setiap tipe Entity dibuat suatu relasi yang memuat semua atribut simple, sedangkan untuk atribut composite hanya dimuat komponen-komponennya saja.

PEGAWAI (NO_PEG, ALM1, KDPOS,……)

  1. Setiap Relasi yang mempunyai atribut multivalue, buatlah relasi baru dimana Primary keynya merupakan gabungan dari primary key dari relasi tersebut dengan atribut multivalue.

LOKPR(NOPRO, LOKASI)

  1. Setiap Unary Relationship 1:N, pada relasi perlu ditambahkan suatu foreign key yang menunjuk ke nilai primary key-nya.

PEGAWAI (NO_PEG, …….., SUPERVISOR-ID)

Normalisasi

Normalisasi yaitu teknik untuk mengorganisasi data ke dalam tabel-tabel untuk memenuhi kebutuhan pemakai didalam suatu organisasi.

Tujuan:

1. Menghilangkan kerangkapan data

2. Mengurangi kompleksitas

3. Mempermudah pemodifikasian data

Proses Normalisasi

  • Data diuraikan dalam bentuk tabel, selanjutnya dianalisis berdasarkan persyaratan tertentu ke beberapa tingkat.
  • Apabila tabel yang diuji belum memenuhi persyaratan tertentu maka tabel tersebut pelu dipecah menjadi beberapa tabel yang lebih sederhana sampai memenuhi bentuk yang optimal.

Tahapan Normalisasi :

1) Bentuk tidak normal : Menghilangkan perulangan grup.

2) Bentuk Normal pertama (1NF) : Menghilangkan ketergantugan sebagian.

3) Bentuk Normal kedua (2NF) : Menghilangkan ketergantungan transitif.

4) Bentuk Normal ketiga (3NF) : Menghilangkan anomali-anomali hasil dari ketergantungan fungsional.

5) Bentuk Normal Boyce-Codd (BCNF) : Menghilangkan ketergantungan multivalue.

6) Bentuk Normal keempat (4NF) : Menghilangkan anomaly-anomali yang tersisa.

7) Bentuk Normal kelima (5NF)

Ketergantungan Fungsional

Ketergantungan fungsional yaitu atribut Y pada pada relasi R dikatakan tergantung fungsional pada atribut X (R.X -> R.Y) jika dan hanya jika setiap nilai X pada relasi R mempunyai tepat satu nilai Y pada R.

Ketergantungan Fungsional Penuh

Atribut Y pada relasi R dikatakan tergantung fungsional penuh pada atribut X pada relasi R, jika Y tidak tergantung pada subset dari X (bila X adalah key gabungan).

Ketergantungan Transitif

Ketergantungan transitif adalah atribut Z pada relasi R dikatakan tergantung transitif pada atribut X, jika atribut Y tergantung pada atribut X pada relasi R dan atribut Z tergantung pada atribut Y pada relasi R.

X -> Y

Y -> Z

Maka = X -> Z

Bentuk Normal Kesatu (1NF)

Yaitu : suatu relasi dikatakan sudah memenuhi bentuk normal kesatu bila setiap data bersifat atomik yaitu setiap irisan baris dan kolom hanya memepunyai satu nilai data.

Bentuk Normal Kedua (2NF)

Yaitu : suatu relasi dikatakan sudah memenuhi bentuk normal kedua bila relasi tersebut sudah memenuhi bentuk normal kesatu dan atribut yang bukan key sudah tergantung penuh terhadap key-nya.

Bentuk Normal Ketiga (3NF)

Yaitu : suatu relasi dikatakan sudah memenuhi bentuk normal ketiga bila relasi tersebut sudah memenuhi bentuk normal kedua dan atribut yang bukan key tidak tergantung transitif terhadap key-nya.

Contoh Normalisasi Database Perkuliahan

Tabel MAHASISWA-1 (Unnormal)

No-Mhs

Nama

Mhs

Jurusan

Kode-MK

Nama-MK

Kode Dosen

Nama Dosen

Nilai

2683

Welli

MI

M1350

Manajemen DB

B104

Ati

A




M1465

Analisis Perc.Sistim

B317

Dita

B

5432

Bakti

Ak.

M1350

Manajemen DB

B104

Ati

C




Akn201

Akuntansi

D310

Lia

B





Keuangan







MKT300

Dasar Pemasaran

B212

Lola

A

Contoh Normalisasi Database Perkuliahan

No-Mhs

Nama

Mhs

Jurusan

Kode-MK

Nama-MK

Kode Dosen

Nama Dosen

Nilai

2683

Welli

MI

M1350

Manajemen DB

B104

Ati

A

2683

Welli

MI

M1465

Analisis Perc.Sistim

B317

Dita

B

5432

Bakti

Ak.

M1350

Manajemen DB

B104

Ati

C

5432

Bakti

Ak.

Akn201

Akuntansi

D310

Lia

B

5432

Bakti

Ak.


Keuangan




5432

Bakti

Ak.

MKT300

Dasar Pemasaran

B212

Lola

A

Contoh Normalisasi Database Perkuliahan

Tabel Kuliah (2NF)

Kode-MK

Nama-MK

Kode Dosen

Nama Dosen

M1350

Manajemen DB

B104

Ati

M1465

Analisis Perc.Sistim

B317

Dita

M1350

Manajemen DB

B104

Ati

Akn201

Akuntansi

D310

Lia


Keuangan



MKT300

Dasar Pemasaran

B212

Lola








Tabel MAHASISWA-3 (3NF)

No-Mhs

Nama

Mhs

Jurusan

2683

Welli

MI

5432

Bakti

Ak.

Contoh Normalisasi Database Perkuliahan

Tabel Kuliah (3NF)

No-Mhs

Kode-MK

Nilai

2683

M1350

A

2683

M1465

B

5432

M1350

C

5432

AKN201

B

5432

MKT300

A

Tabel Dosen (3NF)

Kode Dosen

Nama Dosen

B104

Ati

B317

Dita

D310

Lia

B212

Lola

Contoh Normalisasi Database Perkuliahan

Kode-MK

Nama-MK

Kode Dosen

M1350

Manajemen DB

B104

M1465

Analisis Perc.Sistim

B317

Akn201

Akuntansi

Keuangan

D310

MKT300

Dasar Pemasaran

B212

DATA FLOW DIAGRAM

1. KONSEP PERANCANGAN TERSTRUKTUR

Pendekatan perancangan terstruktur dimulai dari awal 1970. Pendekatan terstruktur dilengkapi dengan alat-alat (tools) dan teknikteknik (techniques) yang dibutuhkan dalam pengembangan sistem, sehingga hasil akhir dari sistem yang dikembangkan akan diperoleh sistem yang strukturnya didefinisikan dengan baik dan jelas.

Melalui pendekatan terstruktur, permasalahan yang komplek di organisasi dapat dipecahkan dan hasil dari sistem akam mudah untuk dipelihara, fleksibel, lebih memuaskan pemakainya, mempunyai dokumentasi yang baik, tepat waktu, sesuai dengan anggaran biaya pengembangan, dapat meningkatkan produktivitas dan kualitasnya akan lebih baik (bebas kesalahan)

2. DATA FLOW DIAGRAM (DFD)

Data Flow Diagram (DFD) adalah alat pembuatan model yang memungkinkan profesional sistem untuk menggambarkan system sebagai suatu jaringan proses fungsional yang dihubungkan satu sama lain dengan alur data, baik secara manual maupun komputerisasi. DFD ini sering disebut juga dengan nama Bubble chart, Bubble diagram, model proses, diagram alur kerja, atau model fungsi.

DFD ini adalah salah satu alat pembuatan model yang sering digunakan,

khususnya bila fungsi-fungsi sistem merupakan bagian yang lebih penting dan kompleks dari pada data yang dimanipulasi oleh sistem.

Dengan kata lain, DFD adalah alat pembuatan model yang memberikan penekanan hanya pada fungsi sistem. DFD ini merupakan alat perancangan sistem yang berorientasi pada alur data dengan konsep dekomposisi dapat digunakan untuk penggambaran analisa maupun rancangan sistem yang mudah dikomunikasikan oleh profesional sistem kepada pemakai maupun pembuat program.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

pencarian oleh bulzz

Memuat...

on line

blogernas.co.cc